Sunday, August 2, 2020

Tes mengungkapkan peningkatan cluster COVID-19 di rumah ibadah Jakarta


Liputan terkini-Lebih dari separuh orang yang dites COVID-19 di rumah ibadat ditemukan menderita penyakit itu, ungkap otoritas kesehatan.

Menurut ahli epidemiologi Dewi Nur Aisyah dari gugus tugas nasional COVID-19, tingkat kepositifan di rumah ibadah telah mencapai 74 persen, naik dari 51 persen, data Dinas Kesehatan

Jakarta dari 4 Juni hingga 28 Juli menunjukkan ada 114 kasus yang dikonfirmasi dari sembilan rumah-rumah cluster ibadah di ibukota. Kebanyakan dari mereka berada di gereja dan masjid, dengan masing-masing tiga kelompok dan total 40 kasus.

Sementara itu, otoritas kesehatan mencatat satu cluster di asrama ulama, pesantren [pesantren] dan tahlil (doa Islam orang mati), dengan total 74 kasus. Tingkat kepositifan kemungkinan [meningkat] karena orang-orang terus berkumpul di satu tempat, seperti di asrama pendeta, ”kata Dewi pada hari


Jumat seperti dikutip dalam transisi dari pembatasan sosial skala besar (PSBB), ibu kota menentukan lima jenis COVID- 19 cluster, yaitu rumah ibadah, kawasan perumahan, pasar, kantor dan fasilitas kesehatan. dua minggu lagi dimulai pada hari Jumat setelah Jakarta gagal memperlambat peningkatan

harian COVID-19 kasus. Tingkat kepositifan modal mencapai 6,5 persen dalam sepekan terakhir, di atas angka yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk relaksasi, yaitu 5 persen atau di bawah.

Nomor reproduksi harian COVID-19 terbaru kota (Rt) juga berdiri di 1. Wabah dianggap terkendali jika jumlahnya di bawah 1

0 comments:

Post a Comment