Liputan terkini-Pemerintah sedang mempertimbangkan rencana untuk mengembangkan "pariwisata medis" di negara tersebut dalam upaya untuk memberikan perawatan kesehatan berkualitas tinggi kepada masyarakat dan menciptakan sumber pendapatan nasional baru dalam satu pukulan cepat.
Juru bicara Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan langkah seperti itu berpotensi meningkatkan kemandirian medis negara.
Berdasarkan laporan PwC [PricewaterhouseCoopers], 600.000 orang Indonesia mencari perawatan medis di luar negeri pada 2015 - terbanyak di dunia,” kata Jodi dalam sebuah pernyataan, Selasa. Pasien pada umumnya lebih memilih perawatan kesehatan di luar negeri, mengutip layanan medis dalam negeri yang tidak bersemangat terkait dengan pengobatan penyakit tertentu. "
Ia melanjutkan, pengembangan wisata kesehatan di Indonesia tidak hanya layak, tetapi juga sangat menguntungkan mengingat jumlah wisatawan medis yang terus meningkat di seluruh dunia.
Negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura dan Malaysia sudah mengembangkan wisata kesehatan di negaranya masing-masing.
Thailand, misalnya, mencatat total 2,29 juta wisatawan medis dan pendapatan US $ 6,9 miliar dari sektor tersebut pada 2016, kata Jodi. Wisata medis, tambahnya, juga dapat berfungsi sebagai katalisator untuk penciptaan lapangan kerja dan ekonomi yang lebih terdiversifikasi di negara ini.
AGEN POKER
Dengan tujuan tersebut, pemerintah telah mempertimbangkan rencana pembangunan rumah sakit internasional dengan tenaga kesehatan yang sangat terlatih dari negara lain, bekerja sama dengan departemen dan organisasi terkait, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dokter yang akan dibawa ke Indonesia hanya dokter spesialis yang masih kurang di negaranya. Mereka akan bekerja sama dengan dokter setempat, ”kata Jodi.









0 comments:
Post a Comment