Monday, July 27, 2020

Taman Kanak-kanak Jawa Tengah mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengajarkan pandemi


Liputan terkini-Ketika sekolah-sekolah berjuang untuk membuat murid tetap terlibat selama pandemi, sebuah taman kanak-kanak di pulau Jawa Indonesia membuat murid-murid kembali ke ruang kelas menggunakan bilik transparan darurat dan juga mengirim para guru dalam kunjungan ke rumah dengan hambatan jarak sosial.

TK Permata Hati, sebuah taman kanak-kanak swasta dengan 135 murid di kota Semarang di provinsi Jawa Tengah, memungkinkan enam murid per hari untuk menghabiskan waktu di kelas, memberikan anak-anak kesempatan untuk bersekolah sekali setiap dua minggu.

Jawa Tengah telah mencatat jumlah infeksi tertinggi keempat di Indonesia dan setidaknya 287 orang telah meninggal di Semarang saja, menurut data pemerintah.

Ditemani oleh orang tua, anak-anak duduk di dalam kotak pelindung yang dibuat menggunakan lembaran plastik yang didesinfeksi setelah setiap sesi kelas untuk mendapatkan panduan untuk mengarahkan pembelajaran mereka.

"Kotak transparan adalah salah satu komitmen kami untuk memprioritaskan protokol kesehatan," kata kepala sekolah Hindarwati, yang menggunakan satu nama seperti banyak orang Indonesia.

Setiap orang yang menghadiri sekolah diwajibkan mengenakan topeng, pelindung wajah, sarung tangan dan pemeriksaan suhu.

Orang tua yang tidak nyaman dengan risiko mengirim anak-anak mereka ke sekolah dapat memilih belajar di rumah dengan sesi online melalui aplikasi konferensi video seperti Zoom.

Saya tidak bosan sama sekali, karena saya bisa melakukan panggilan Zoom dengan semua teman saya, saya juga bisa bertemu guru saya. Saya menyukainya," kata Jihan Notharisa yang berusia lima tahun.

Sesi belajar termasuk menari, musik dan membaca Alquran dan taman kanak-kanak juga mengirim guru untuk mengunjungi siswa di rumah mereka, dengan layar pelindung portabel untuk jarak sosial.

"Sebagai orang tua, kami sangat mendukung kegiatan ini, sehingga anak-anak kami dapat bertemu langsung dengan guru mereka walaupun waktunya terbatas," kata Nita Dwi Nurhayati, seorang ibu dari seorang murid.

Sebagian besar sekolah di Indonesia belum melanjutkan kelas fisik penuh waktu, kecuali di lokasi "zona hijau" dengan lebih sedikit kasus coronavirus. Secara keseluruhan, Indonesia telah melaporkan 98.778 COVID-19 kasus dan 4.781 kematian, korban tertinggi di Asia Timur.

0 comments:

Post a Comment