Tuesday, July 28, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
agen domino
,
Agen Kasino
,
agen poker
,
Agen Sbobet
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» COVID-19: Jawa Barat memberlakukan denda, pengabdian masyarakat bagi pelanggar aturan masker wajah
COVID-19: Jawa Barat memberlakukan denda, pengabdian masyarakat bagi pelanggar aturan masker wajah
Liputan terkini-Pemerintah Jawa Barat akan meminta semua penduduk untuk mengenakan masker wajah mulai Senin, dengan pelanggar kebijakan baru akan didenda karena provinsi meningkatkan upaya untuk mengekang penyebaran COVID-19.
Banyak warga yang gagal mematuhi saran pemerintah untuk mengenakan masker di depan umum, kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia mengatakan bahwa dia telah menandatangani keputusan gubernur yang menguraikan kebijakan baru, yang akan mulai berlaku pada hari Senin.
Menurut keputusan tersebut, mereka yang ditemukan tidak mengenakan masker di muka umum akan diberikan denda Rp 100.000 (US $ 6,95) untuk denda Rp 150.000 atau dipaksa untuk melakukan pelayanan masyarakat.
Menurut survei [internal] kami, hanya 50 persen penduduk Jawa Barat memakai topeng. Kami memaksakan denda agar kami dapat membuka kembali sekolah dan ekonomi, "Ridwan, yang menjabat sebagai kepala satuan tugas COVID-19 provinsi, mengatakan dalam sebuah diskusi virtual pada hari Selasa.
Dia mengatakan kebijakan itu didasarkan pada rekomendasi dari para ahli, karena masker wajah adalah kunci untuk meminimalkan penularan virus corona.
Kami telah mendengarkan para pakar kesehatan dan ekonom. Mereka percaya bahwa penutupan bisa mengurangi penularan virus, tetapi memakai masker juga bisa berhasil," katanya.
Namun, kuncian menghancurkan ekonomi tetapi mengenakan topeng tidak. Jepang telah memutuskan untuk tidak memaksakan kuncian tetapi itu memberlakukan wajib penggunaan masker wajah. Jadi mari kita memakai topeng."
Mantan walikota Bandung itu menyatakan harapannya bahwa dengan memberlakukan kebijakan itu, penduduk Jawa Barat dapat membantu negara itu untuk menghindari resesi ekonomi. Jawa Barat adalah provinsi terpadat di Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 50 juta orang.
“Kita bisa membuka kembali perekonomian selama kita memakai topeng dan melakukan pengujian agresif. Jika berhasil, ekonomi Jawa Barat bisa tumbuh 2,3 persen di bulan Desember. Jika kita gagal, kita bisa menghadapi resesi, pertumbuhan negatif hingga 2 persen, "kata Ridwan.
Jawa Barat memiliki jumlah COVID-19 kasus kelima terbanyak di Indonesia dengan 6.218 kasus dan 206 kematian pada hari Selasa










0 comments:
Post a Comment