Tuesday, July 28, 2020

Para kritik mengecam rencana Prabowo untuk membeli jet tempur Austria yang sudah ketinggalan zaman


Liputan terkini-Rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dipublikasikan secara luas untuk membeli sejumlah pesawat jet tempur Eurofighter Typhoon dari angkatan udara Austria telah mendapat kecaman atas kualitas pesawat dan biaya perawatan yang besar.

Peneliti keamanan dan pertahanan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Diandra Megaputri Mengko telah mengklaim bahwa jet tempur Austria memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan Sukhoi Su-27s dan Su-30 buatan Angkatan Udara Indonesia.

Kenapa repot-repot membeli pesawat yang lebih rendah dari yang sudah kita miliki?" Diandra mengatakan selama diskusi online pada hari Senin seperti dikutip oleh tempo.co.

Dia menyarankan bahwa Topan Eurofighter yang dipermasalahkan milik generasi pejuang sebelumnya, menambahkan bahwa mereka tidak memiliki peralatan penting yang termasuk dalam model yang lebih baru, seperti pencarian inframerah dan sistem pelacakan (IRST).

Diandra lebih lanjut mempertanyakan rencana menteri mengingat beberapa negara lain telah beralih ke jenis pesawat yang lebih maju, termasuk pesawat tak berawak Amerika Serikat yang digunakan dalam serangan terhadap jenderal Iran Qassem Soleimani awal tahun ini.

Model itu dikendalikan dari jarak jauh. Sementara itu, kita akan membeli jet yang sudah ketinggalan zaman. Apa yang dipikirkan menteri pertahanan? ” dia berkata. Secara terpisah, anggota parlemen dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) TB Hasanuddin menggemakan sentimen yang sama, mengatakan bahwa membeli jet tempur Austria yang sudah ketinggalan zaman hanya akan berfungsi untuk lebih menguras anggaran negara.

Dia mengklaim bahwa mempertahankan kinerja dan fungsionalitas 15 pesawat bekas akan membuat negara kembali sekitar Rp 6,5 triliun (US $ 445,8 juta) per tahun.

Salah satu alasan mengapa pemerintah Austria ingin menjual para pejuang yang sudah ketinggalan zaman adalah karena mereka berencana untuk menghilangkan biaya perawatan yang tinggi, katanya lebih lanjut.

Melihat perkiraan, saya kira kita tidak mampu mempertahankan [para pejuang jet]," kata Hasanuddin seperti dikutip oleh tribunnews.com. Inilah yang harus kita perhatikan - biaya perawatan setelah pembelian."

Dia menambahkan bahwa Topan Eurofighter Austria sudah berada di akhir siklus 30 tahun mereka, yang berarti bahwa Angkatan Udara Indonesia hanya dapat menggunakan mereka selama 13 tahun sebelum mereka dinonaktifkan.

Surat kabar Austria Die Presse melaporkan pekan lalu bahwa Prabowo telah mengirim surat kepada mitranya dari Austria Klaudia Tanner yang menawarkan untuk membeli 15 jet tempur Topan Eurofighter negara itu.

0 comments:

Post a Comment