Tuesday, July 28, 2020

Dicari: Relawan untuk percobaan manusia pertama vaksin COVID-19 di Indonesia


Liputan terkini-Perusahaan induk farmasi milik negara PT Bio Farma mencari sukarelawan untuk membantu dalam uji klinis calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan dalam kemitraan dengan perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech, kata seorang pejabat kementerian.

Arya Sinulingga, seorang pembantu Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, mengatakan perusahaan sedang mencari orang Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk membantu dalam menguji kandidat vaksin untuk ujicoba pertama di negara ini.

Relawan harus menjadi orang dewasa yang sehat antara usia 18 dan 59 tahun tanpa riwayat kontrak COVID-19 - diuji baik melalui tes reaksi rantai polimerase cepat atau berulang (PCR), kata Arya. Selain itu, relawan yang mendaftar dalam program tidak boleh berpartisipasi dalam uji klinis lainnya.

Jika pendaftar melewati prosedur administrasi dan persiapan awal lainnya, Bio Farma akan memberikan mereka dengan dosis pertama dari vaksin eksperimental dan kemudian mengambil sampel darah mereka setelah 14 hari.

Setelah itu, perusahaan akan memberikan sukarelawan dosis kedua dan mengambil sampel darah mereka lagi setelah 14 hari.

Saya juga akan mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di Bio Farma," kata Arya kepada wartawan, Selasa. "Saya telah mengirim kartu ID saya dan saya akan segera mendaftar."

Semoga saya juga dapat mengundang warga lain untuk menjadi sukarelawan sehingga kami dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara,” katanya, “Semoga vaksin ini dapat digunakan di negara kami dan di negara lain. Saya harap ini akan berhasil. Sekretaris Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan baru-baru ini bahwa uji coba manusia di Indonesia akan menjadi tahap ketiga karena kandidat vaksin telah melewati fase uji coba manusia pertama dan kedua di Cina, lapor kompas.com.


Fase pertama berusaha menguji apakah vaksin akan aman bagi manusia sementara fase kedua menguji kemanjurannya terhadap COVID-19. Bambang juga mengatakan bahwa tim penguji sedang mencari 1.620 sukarelawan di Indonesia karena Sinovac juga akan melakukan uji coba di Brasil, Chili, Turki dan Bangladesh.

Profesor Sekolah Kedokteran Universitas Padjajaran Kusnandi Rusmil sebelumnya mengatakan bahwa ia berharap vaksin itu dapat melewati tahap ketiga pada awal Januari mendatang dan dapat diikuti dengan distribusi langsung oleh Departemen Kesehatan.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir telah menguraikan rencana untuk mendistribusikan 40 juta dosis vaksin per tahun segera setelah pemerintah mengizinkan penggunaannya secara luas, dengan rencana untuk memperluas kapasitas distribusi menjadi 250 juta dosis per tahun.

0 comments:

Post a Comment