Wednesday, March 11, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
agen domino
,
agen poker
» Rumah sakit tidak berwenang mengungkapkan hasil lab pasien COVID-19: pusat rujukan Bandung
Rumah sakit tidak berwenang mengungkapkan hasil lab pasien COVID-19: pusat rujukan Bandung
Liputan terkini-Rumah sakit tidak diizinkan untuk mengungkapkan hasil tes COVID-19 pasien, direktur utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Nina Susana Dewi telah mengungkapkan.
Selama wawancara dengan wartawan pada hari Rabu, Nina menjelaskan bahwa pemerintah telah membuat kebijakan untuk melindungi pasien dan menghindari menyebabkan kepanikan massal di antara masyarakat.
Rumah sakit harus menunggu pernyataan dari Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, untuk mengungkapkan informasi tentang pasien COVID-19, termasuk hasil tes mereka.
“Situasinya akan berbeda jika kita mengumumkan kota atau rumah sakit [yang terinfeksi]. Kami mengikuti aturan [kementerian]. Kami hanya dapat mengungkapkan bahwa kami masih belajar tentang kondisi pasien, ”kata Nina, menambahkan bahwa Rumah Sakit Hasan Sadikin belum menerima hasil tes dari pasien yang diduga COVID-19 yang telah menjalani perawatan selama lebih dari seminggu.
Rumah Sakit Hasan Sadikin telah menempatkan 12 pasien yang diduga COVID-19 dalam pengawasan sejak 20 Februari. Sebagian besar dari mereka yang dirawat di ruang isolasi dipulangkan setelah tes negatif untuk virus. Dalam sepekan terakhir, rumah sakit telah menempatkan lima pasien baru di bawah pengawasan. Menurut Nina, dua akan segera diberhentikan sementara dua lainnya akan dipindahkan ke ruang isolasi yang berbeda pada hari Rabu.
“Jika kita membuangnya atau memindahkannya ke ruangan lain, itu berarti kondisinya telah membaik, dan kita dapat menyimpulkan bahwa mereka dinyatakan negatif,” kata Nina.
Sementara itu, satu pasien harus menginap satu malam lagi di ruang isolasi mereka saat ini meskipun mereka telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Kementerian Kesehatan masih mengamati [pasien]," kata Nina.










0 comments:
Post a Comment