Wednesday, March 11, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
agen domino
,
agen poker
» Bank Indonesia menghabiskan Rp 110t untuk menstabilkan pasar karena virus menghentikan aksi jual
Bank Indonesia menghabiskan Rp 110t untuk menstabilkan pasar karena virus menghentikan aksi jual
Liputan terkini-Bank Indonesia (BI) telah berjanji untuk menjaga stabilitas pasar keuangan negara di tengah ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi akan melambat karena penyebaran COVID-19.
"Kami berkomitmen untuk tetap berada di pasar untuk menstabilkan rupiah dengan menjual dolar melalui uang tunai atau melalui penyerahan domestik ke depan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, seraya menambahkan bahwa bank sentral membeli obligasi pemerintah di tengah aksi jualan.
"Kami membeli obligasi pemerintah senilai Rp 130 triliun sejak awal tahun, sekitar Rp 110 triliun yang kami habiskan sejak penyebaran coronavirus pada akhir Januari," tambahnya.
Bank sentral mencatat arus keluar asing sekitar obligasi pemerintah senilai Rp 31,76 triliun (US $ 2,19 miliar) dan saham senilai Rp 4,87 triliun sepanjang tahun ini karena investor asing berbondong-bondong ke aset safe-haven seperti 10-tahun Amerika Serikat Perbendaharaan. Penyebaran virus
corona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 119.000 orang di seluruh dunia dengan sekitar 4.200 korban jiwa pada hari Rabu, telah mengganggu aktivitas bisnis di berbagai negara dan rantai pasokan global. Indonesia melaporkan 27 kasus yang dikonfirmasi dan satu kematian.
BI sekarang mengharapkan ekonomi negara untuk lebih lambat.
"Kami melihat efek berbentuk V bulan lalu dengan tingkat dasar pertumbuhan 5,1 persen dan selanjutnya bisa mencapai 5,2 persen dengan stimulus fiskal [...] tetapi sekarang kita perlu menghitung ulang," kata Perry, menambahkan bahwa bank sentral akan menilai kembali proyeksi selama pertemuan kebijakan bulan ini.
Selama pertemuan gubernur BI pada bulan Februari, para gubernur bank sentral memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh antara 5 persen dan 5,4 persen tahun ini di tengah risiko virus. Baru-baru ini, Perry mengatakan dia memperkirakan produk domestik bruto (PDB) akan meningkat hanya 4,9 persen pada kuartal pertama, lebih lambat dari tiga tahun terendah 4,97 persen yang tercatat pada kuartal terakhir 2019.
















0 comments:
Post a Comment