Friday, January 31, 2020

Bangunan yang dirusak di Sulawesi Utara bukan masjid, kata pihak berwenang


Liputan terkini-Personel keamanan setempat telah menyatakan bahwa sebuah bangunan dirusak di kompleks perumahan Agape yang mayoritas beragama Kristen di desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Rabu malam bukanlah sebuah masjid.

"Ini bukan tempat ibadah, tetapi ruang pertemuan publik di kompleks perumahan yang dirusak oleh sekelompok orang pada Rabu malam," kata komandan Komando Distrik Militer Bitung Letnan Kolonel Kusnandar Hidayat pada hari Kamis.

Peristiwa itu menjadi viral setelah pengguna Twitter @ MohCipto1 mengunggah video yang menunjukkan sekelompok orang membongkar perabotan dan perlengkapan sambil mengenakan sepatu dan sandal di dalam gedung. Mereka tampaknya diikuti oleh penonton yang merekam insiden itu di smartphone mereka.

Rekaman itu secara singkat menunjukkan spanduk di depan gedung, yang bertuliskan, “Kami warga desa Tumaluntung menentang pembangunan mushola / masjid ini di daerah kami karena 95 persen penduduk di sekitar masjid adalah non-Muslim. Kami tidak ingin pengeras suara mengganggu kehidupan sehari-hari kami, dan kami tidak ingin didakwa dengan penghujatan karena mengeluh tentang kebisingan. "

Bangunan, diidentifikasi di Google sebagai Masjid Al-Hidayah, telah menjadi subyek kontroversi di antara penduduk lokal dalam beberapa tahun terakhir. Kusnandar mengatakan insiden itu terjadi karena informasi palsu yang menunjukkan seorang individu tak dikenal berpakaian sebagai anggota kelompok radikal Jamaah Tabligh datang ke gedung. Informasi tersebut memicu kesalahpahaman antara warga setempat yang menyebabkan insiden tersebut.

“Personel militer dan polisi segera dikirim ke tempat kejadian. Semuanya aman sekarang, ”lanjut Kusnandar.

Hingga Kamis malam, personel militer dan polisi masih menjaga tempat kejadian.

Kepala Kepolisian Minahasa Utara Adj. Sr. Comr. Grace Krisna D. Rahakbau menyesalkan kejadian itu, mengatakan bahwa dia pikir penduduk kabupaten itu “sangat baik hati”.


Dia menambahkan bahwa polisi telah menangkap seorang penduduk setelah insiden itu. Dia tidak menyebutkan alasan penangkapan.

Bupati Minahasa Utara Vonnie Panambunan mengatakan dia telah mengadakan pertemuan dengan Forum Komunikasi Kepemimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai tindakan tersebut. Dia setuju itu disebabkan oleh kesalahpahaman.

“Kami juga sepakat bahwa masjid akan dibangun di atas tanah setelah dokumen yang diperlukan selesai. Semua aktivitas di aula pertemuan ditunda untuk saat ini, ”katanya




0 comments:

Post a Comment