Kepala Badan Pendidikan, Arsip, dan Perpustakaan Papua, Christian Sohilait, mengatakan tidak semua anak yang terinfeksi adalah pelajar. Namun, dia belum menerima detail demografi usia anak-anak yang terinfeksi COVID-19.
Kami akan melacak jumlah anak yang tertular COVID-19 di setiap kabupaten atau kota. Kami juga akan menjaga kontak dengan sekolah dan guru terkait pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi, ”kata Christian seperti dikutip kompas.com, Kamis.
Christian mengatakan anak-anak yang terinfeksi tidak tertular virus selama kegiatan tatap muka di sekolah.Ia menjelaskan, data Satgas Pencegahan COVID-19 Papua merupakan jumlah kumulatif dari 22 Maret hingga 12 Agustus.
Pemerintah Papua sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah yang dimulai pada 17 Maret untuk memutus rantai penularan COVID-19.Mereka bisa saja tertular penyakit dari orang tua atau pihak lain,” kata Christian.
AGEN POKER
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri, menegaskan kembali bahwa penularan tidak terjadi di sekolah karena keputusan kementerian untuk mengizinkan lebih banyak sekolah beroperasi di tengah epidemi baru dikeluarkan baru-baru ini.
Sebelumnya, data Satgas Pencegahan COVID-19 di Papua mengungkapkan total kumulatif kasus COVID-19 di Papua mencapai 3.225 kasus. Dari kasus tersebut, 86 persen adalah orang berusia 19 hingga 58, sedangkan 10 persen berusia 0 hingga 19 tahun.










0 comments:
Post a Comment