Friday, July 24, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
agen domino
,
Agen Kasino
,
agen poker
,
Agen Sbobet
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Kami menyimpannya selama delapan tahun: Para petani Banten meratapi kerbau yang dicuri
Kami menyimpannya selama delapan tahun: Para petani Banten meratapi kerbau yang dicuri
Liputan terkini-Keluarga seorang wanita yang tampil dalam video berduka cita di samping bangkai kerbau telah mengkonfirmasi bahwa dia adalah istri petani setempat yang kehilangan kerbau karena pencuri.
Berbicara kepada wartawan, putri petani itu, Hani Purnomo, mengatakan keluarganya kehilangan
sembilan kerbau karena pemburu pada hari Kamis. Keluarga itu kemudian menemukan bangkai-bangkai di ladang-ladang di kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon, Banten. Empat dari [kerbau] diambil dagingnya hanya dengan jeroan mereka yang tersisa, sementara lima sisanya [dibunuh, tetapi]
daging mereka belum diambil. "Hani mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis di markas besar Kepolisian Cilegon, seperti dikutip Hani mengatakan bahwa keluarganya telah memelihara kerbau selama delapan tahun. Mereka berencana untuk menjualnya sebelum liburan Idul Adha pada 31 Juli, sebuah perayaan di mana umat Islam biasanya berkorban ternak untuk menghormati hemat Nabi Ismail.
Dia memperkirakan bahwa keluarganya telah kehilangan sekitar Rp 270 juta (US $ 18.466) dari pencurian karena harga kerbau biasanya naik menjadi sekitar Rp 30 juta ketika Idul Adha mendekat. Ayah saya masih stres dan kaget, sedangkan ibu saya sering menangis. Kami menyimpannya selama delapan tahun, "katanya.
Hani mengatakan bahwa kerbau masih berada di dalam gudang ketika ayahnya, Kasino, memeriksanya pada hari Kamis pukul 1:30 pagi. Namun, kerbau hilang pada pukul 6 pagi. Dia curiga bahwa pencurian itu terjadi antara pukul 14.00 dan 03.00.
Ini adalah pertama kalinya insiden seperti ini terjadi [kepada kami]. Mudah-mudahan para pelaku akan ditangkap," katanya.










0 comments:
Post a Comment