Sunday, March 15, 2020

Para ilmuwan menyerukan penguncian mengandung COVID-19 menjelang Ramadhan, 'mudik'


Liputan terkini-Sekelompok ilmuwan dari Forum Ilmuwan Muda Indonesia telah menyerukan kepada pemerintah untuk memberlakukan kuncian pada daerah-daerah yang dianggap zona panas dari wabah COVID-19, dalam upaya untuk menahan penyebaran virus menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. liburan di bulan April dan Mei.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, para ilmuwan meminta pertemuan resmi untuk berkontribusi dalam proses pembuatan kebijakan pemerintah sehubungan dengan krisis kesehatan masyarakat menjelang hari libur keagamaan besar.

Bulan puasa Ramadhan diperkirakan akan dimulai pada 23 April, sementara Idul Fitri, yang menandai akhir bulan puasa, diperkirakan akan jatuh pada 23 Mei.

Para ilmuwan mencatat bahwa eksodus tahunan Idul Fitri, yang disebut mudik, di mana orang kembali ke kota asalnya di seluruh negeri, akan meningkatkan risiko epidemi nasional.

"Langkah-langkah untuk membatasi orang banyak dan pergerakan individu di daerah rentan harus dimaksimalkan jika jumlah kasus [dikonfirmasi] per hari menjadi dua kali lipat," kata forum itu dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Forum ini juga merekomendasikan agar pemerintah menambah jumlah laboratorium yang ditunjuk sebagai fasilitas pengujian COVID-19 selain laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan dan mempercepat penelusuran kontak dekat.

Selain itu, forum menyerukan pembentukan segera komisi independen dari para sarjana dan praktisi dari berbagai sektor untuk mengevaluasi kinerja Kementerian Kesehatan dalam mendeteksi kasus COVID-19.

“Keputusan harus dibuat berdasarkan kesiapan kami untuk skenario terburuk, untuk keselamatan Indonesia,” kata forum itu.

Moeldoko telah mengatakan sebelumnya bahwa pemerintah berencana untuk meminta bantuan universitas dan lembaga lain untuk mengatasi wabah COVID-19, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah dinyatakan sebagai "pandemi".


Dia melanjutkan bahwa pemerintah tidak akan lagi hanya bergantung pada Kementerian Kesehatan dan lembaga kesehatan untuk pembaruan, tetapi akan secara aktif melibatkan para ahli kesehatan dari sejumlah universitas dalam upaya pencegahan dan manajemen penyakitnya.

Pada 16 Maret, Indonesia telah melaporkan 117 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, termasuk lima kematian.

Pemerintah mengumumkan pada [DATE] bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah dites positif untuk penyakit [hyperlink], diidentifikasi sebagai Kasus 76.

Presiden Joko Widodo mengumumkan pada hari Minggu bahwa pemerintah mendesak warga untuk mempraktikkan jarak sosial dan tinggal di rumah dalam upaya nasional untuk mengekang penyebaran virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19.




0 comments:

Post a Comment