Friday, March 6, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
agen domino
,
agen poker
» Bali mengikuti Jawa Timur dalam mengubah kapal pesiar MV Viking Sun atas ketakutan coronavirus
Bali mengikuti Jawa Timur dalam mengubah kapal pesiar MV Viking Sun atas ketakutan coronavirus
Liputan terkini-Pemerintah Bali telah memutuskan untuk membatalkan rencana untuk menyambut kapal pesiar MV Viking Sun dan penumpangnya ke pulau resor pada hari Minggu, karena pihak berwenang memprioritaskan kesehatan masyarakat di tengah wabah coronavirus.
800 wisatawan dari Amerika Serikat dan Australia di atas kapal pesiar, yang awalnya dijadwalkan untuk berlabuh di Pelabuhan Benoa Bali pada hari Minggu, karena itu tidak akan dapat menjejakkan kaki di pulau itu.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengumumkan keputusan tersebut setelah pertemuan dengan otoritas terkait di ibukota provinsi Denpasar pada hari Jumat.
“Kami harus membuat keputusan apakah kami akan mengizinkan [kapal pesiar] untuk berlabuh atau tidak, dan memutuskan untuk membatalkan [rencana],” kata Koster.
Gubernur mengatakan bahwa pihak berwenang ingin melindungi pulau itu dari virus corona baru, yang menyebabkan penyakit COVID-19, dengan mengatakan bahwa mereka harus berhati-hati dan memprioritaskan kesehatan masyarakat untuk mencegah segala kemungkinan dampak negatif terhadap pariwisata Bali.
Pulau resor, yang telah mengalami penurunan kedatangan wisatawan asing setelah wabah coronavirus, belum mencatat kasus COVID-19 hingga saat ini.
“Sebagai tujuan wisata terbaik di dunia, kami sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Jadi, kita harus hati-hati, "kata Koster," Kami tidak ingin mengejar sedikit uang jika itu dapat memiliki dampak negatif besar pada pariwisata, tulang punggung ekonomi Bali. "
Sebelumnya, pihak berwenang di Jawa Timur menolak MV Viking Sun dan 1.395 penumpang dan awaknya ketika berusaha untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak di ibukota provinsi Surabaya pada hari Jumat.
Walikota Surabaya Tri "Risma" Rismaharini mengaku telah menerima informasi bahwa dua penumpang di kapal itu menderita pilek dan demam. Para penumpang baru-baru ini bepergian ke Kaledonia Baru dan Australia, yang telah mencatat kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.
Kapal pesiar berbendera Norwegia diizinkan untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas di ibukota provinsi Jawa Tengah pada hari Kamis, tetapi hanya untuk mengisi kembali persediaannya. Para penumpang dilarang turun.
Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pihak berwenang di Bali juga telah mengambil keputusan pemerintah Jawa Tengah dan Jawa Timur ketika mereka memutuskan untuk mengubah kapal pesiar.
Meskipun pejabat kesehatan telah dikerahkan di pelabuhan untuk memeriksa semua penumpang yang memasuki pulau itu, Rai Mantra mengatakan bahwa mereka tidak ingin membahayakan kesehatan penduduk setempat dengan memberikan izin masuk ke penumpang kapal pesiar.
















0 comments:
Post a Comment