Tuesday, February 4, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
agen domino
,
agen poker
» Gubernur Kalimantan Timur 'secara pribadi menghentikan' pembangunan modal baru jika berbahaya bagi hutan
Gubernur Kalimantan Timur 'secara pribadi menghentikan' pembangunan modal baru jika berbahaya bagi hutan
Liputan terkini-Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor telah meminta pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan hutan lebat yang menutupi sebagian provinsi saat Jakarta bergerak maju dengan rencana jangka panjangnya untuk memindahkan ibu kota negara tersebut ke wilayah tersebut.
Isran menyampaikan keprihatinannya atas dampak lingkungan dari relokasi modal yang akan segera terjadi selama pertemuan dengan Aliansi Iklim dan Penggunaan Tanah (CLUA) di kantor gubernur Kalimantan Timur di Samarinda pada hari Senin.
“Saya pribadi akan menghentikan [pembangunan modal baru] jika itu merusak hutan,” katanya setelah pertemuan seperti dikutip oleh kompas.com.
Lingkungan adalah komponen vital dari kehidupan penduduk Kalimantan Timur, oleh karena itu harus dilindungi, tambahnya.
"Lebih baik bahwa ibukota tidak berakhir dipindahkan ke Kalimantan Timur jika hanya membawa kerusakan pada hutan lokal," kata Isran, menambahkan bahwa provinsi tersebut sebelumnya berkomitmen untuk melindungi lingkungan dalam beberapa deklarasi internasional, termasuk Pertumbuhan Hijau Baru. Pathway pada 2016. Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan pada Agustus tahun lalu bahwa provinsi North Penajam Paser dan Kutai Kertanegara akan menjadi tuan rumah ibukota baru negara itu, menggantikan Jakarta yang kelebihan penduduk dan tenggelam.
Kabupaten Kutai Kartanegara adalah rumah bagi hutan seluas 61.850 hektar yang disebut Bukit Soeharto. Melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 818/1982, mendiang mantan presiden Soeharto menamakan lokasi Hutan Konservasi Bukit Soeharto, yang kemudian mencakup 27.000 ha. Pemerintah kemudian memperluas kawasan konservasi selama bertahun-tahun hingga mencakup 61.850 ha pada tahun 2004, ketika Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendeklarasikan sebagai Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.
Dikenal sebagai Taman Hutan Raya (Grand Forest Park) di provinsi ini, Bukit Soeharto yang luas juga merupakan rumah bagi kelompok konservasi satwa liar setempat seperti Pusat Rehabilitasi dan Reintroduksi Orangutan Wanariset Samboja. Selain itu, Bukit Soeharto juga merupakan tempat bagi situs pendidikan hutan Universitas Mulawarman.
Menurut para ahli, status Bukit Soeharto saat ini sebagai taman hutan nasional dapat menyelamatkan pemerintah sejumlah besar uang yang dialokasikan untuk pembebasan lahan, karena seluruh area dimiliki oleh negara.















0 comments:
Post a Comment